Medan, Sumatera Utara – Warga Perumnas Simalingkar, Medan, Sumatera Utara, sempat digegerkan oleh dugaan percobaan penculikan anak yang viral di media sosial. Kesaksian warga mengenai kejadian tersebut pun bermunculan, namun pihak kepolisian kemudian mengungkap fakta mengejutkan di balik peristiwa tersebut.
Kesaksian Warga dan Kronologi Awal
- Awalnya, beredar video di media sosial yang menunjukkan warga ramai-ramai menangkap terduga pelaku penculikan anak di Jalan Nilam, Perumnas Simalingkar.
- Dalam video tersebut, terlihat dua orang terduga pelaku, seorang pria dan seorang wanita, dibawa oleh personel kepolisian dengan kondisi tangan diborgol.
- Warga sekitar yang menjadi saksi mata mengatakan bahwa kejadian bermula ketika seorang balita sedang bermain ayunan.
- Tiba-tiba, dua orang terduga pelaku mendekati balita tersebut dan mencoba membawanya pergi.
- Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak dan mengejar terduga pelaku.
- Warga kemudian berhasil menangkap terduga pelaku dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
Fakta Mengejutkan dari Pihak Kepolisian
- Setelah melakukan penyelidikan, pihak kepolisian mengungkap bahwa kejadian tersebut bukanlah percobaan penculikan anak, melainkan kasus perdagangan anak.
- Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu dua wanita berinisial NJH (41) dan AHBS (25), serta seorang pria FG (25).
- FG, yang merupakan ayah dari bayi berusia 11 bulan berinisial KFG, diketahui mengunggah postingan di Facebook bahwa anaknya membutuhkan ibu asuh.
- Postingan tersebut kemudian direspon oleh NJH, yang kemudian mengajak AHBS untuk bertemu FG.
- Terjadi transaksi uang sebesar Rp 15 juta antara FG dan NJH.
- Motif FG melakukan perdagangan anak tersebut diduga karena masalah ekonomi.
- FG kini berstatus buron dan sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.
Reaksi dan Imbauan Warga
- Meskipun bukan kasus penculikan, kejadian ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Perumnas Simalingkar.
- Warga mengimbau agar orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak-anak mereka.
- Warga juga meminta pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli di sekitar lingkungan mereka.
Kejadian di Perumnas Simalingkar ini sempat membuat warga khawatir akan kasus penculikan anak. Namun, pihak kepolisian telah meluruskan informasi dan mengungkap fakta bahwa kejadian tersebut merupakan kasus perdagangan anak.