Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan Indonesia. Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, pemerintah mengambil langkah proaktif dengan melakukan vaksinasi massal ternak sapi di berbagai wilayah. Program ini merupakan respons cepat terhadap temuan kasus PMK di beberapa daerah sentra produksi sapi, yang berpotensi merugikan ekonomi peternak dan mengancam pasokan daging nasional. Menurut data dari Kementerian Pertanian per 15 September 2025, total sapi yang telah divaksinasi mencapai 500 ribu ekor, dengan target 1 juta ekor hingga akhir tahun.
Program vaksinasi massal ternak sapi ini tidak hanya berfokus pada sapi, tetapi juga menyasar hewan berkuku belah lainnya, seperti kerbau, kambing, dan domba. Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerja sama dengan para dokter hewan turun langsung ke lapangan, dari peternakan skala besar hingga peternakan rakyat. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, misalnya, yang dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah terbesar, petugas telah menyuntikkan ribuan dosis vaksin setiap harinya. “Kami melakukan vaksinasi massal ternak sapi ini secara gratis dan terjadwal agar seluruh hewan terlindungi,” ujar Kepala Dinas Peternakan setempat, Bapak Joko Santoso, saat diwawancarai pada hari Jumat, 19 September.
Selain vaksinasi, pemerintah juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak. Posko-posko pemeriksaan didirikan di jalur-jalur utama transportasi untuk memastikan setiap hewan yang bergerak memiliki surat keterangan kesehatan yang lengkap. Pihak kepolisian, melalui Direktorat Jenderal Polisi Air dan Udara (Ditpolairud), membantu mengawasi pengiriman ternak melalui jalur laut untuk mencegah masuknya hewan dari daerah terdampak. “Kami akan menindak tegas setiap pengiriman hewan ilegal yang tidak disertai dokumen. Ini demi menjaga keamanan rantai pasok pangan,” tegas Kombes Pol. Susanto dari Ditpolairud pada hari Senin, 22 September.
Upaya vaksinasi massal ternak sapi ini juga diiringi dengan sosialisasi kepada para peternak tentang pentingnya biosekuriti. Peternak diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, tidak membeli ternak dari sumber yang tidak jelas, dan segera melaporkan jika menemukan gejala PMK pada hewan mereka. Menurut data terakhir, vaksinasi massal ternak sapi ini telah berhasil menekan laju penyebaran virus secara signifikan. Dengan demikian, diharapkan sektor peternakan Indonesia dapat kembali stabil dan pasokan daging untuk masyarakat tetap aman. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit.